black coffee, blog, sound of the rain, without boy, and without any wish. what should not be happy?
reason
Belum terfikir untuk siapa aku mencoba berkarya. Apa aku
mencoba meruntutkan ribuan kata demi peseran rupiah? Atau aku menginginkan
tanda tanganku tergolek diatas ratusan lembar kertas para penggemarku. Itu
terlalu jauh, bahkan terlalu bising. Aku menulis karena kamu. Karena kamu yang
selalu kasat mata namun sayang untuk dilewatkan. Jadi kesimpulannya, aku
menganggap diriku berdosa jika tidak menuangkanmu dalam folder-folder sampahku
yang-aku-tau-membosankan-ini.
Aku tak jenuh menuliskanmu. Karena jika aku seorang
fotografer handal pun, mungkin kau satu-satunya objek yang akan selalu kupotret
dengan berbagai macam gaya. Atau jika aku seorang pilot, mungkin tanpa sadar
akan aku bawa pesawatku menuju halaman rumahmu. Ah seandainya saja kau tau, kau
membuatku eror dalam segala hal. bahkan aku melakukan kesalahan respirasi jika
sedang mengingatmu. Aku bisa tersedak saat makan, bisa tertawa saat meeting,
atau bahkan aku harus mengulang takbiratul ihram-ku saat tiba-tiba kau muncul
di tengah al-fatihah-ku.
Aku punya satu pertanyaan untukmu. Mengapa kau begitu
menganggu? Oh tunggu, pertanyaan yang lebih penting; mengapa aku tetap
tersenyum saat aku mengerti bahwa kau yang selalu menganggu pikiranku?
Langganan:
Komentar (Atom)





