RSS

Halaman

bulan, dan ibu jari.

Dulu, aku selalu mengutuk jarak. Karena jarak selalu mengingatkanku akan perasaan semu yang berujung siksa.

Tapi sesuatu merubahku. semuanya sudah berubah semenjak kau mengajarkanku bagaimana cara mencintai bulan. Sesuatu yang mungkin tak lagi kau ingat.
Satu menit di kala itu. Saat kau menuntunku bagaimana melihat bulan dalam lensamu. Memandang bulan dari sisi lain.
Dan pada menit berikutnya, aku mencintaimu. Sekaligus bulan.
Seketika, aku mulai mengerti sebuah filosofi sederhana. Mungkin semua orang tau bahwa dimana pun kita berada kita akan melihat satu bulan yang sama. Namun satu yang baru kupahami, bulan tak akan pernah bisa menjadi lebih besar dari ibu jari kita. Sederhana memang. Tapi maknanya?
Ya, Sayang. Karena ternyata kita tak pernah jauh. Jarak beribu mil pun tak akan merubah bulan dan ibu jari kita. Itu artinya, bulanku sama dengan bulanmu. Selalu begitu dan tak akan berubah.
Terima kasih, karena kau sudah rela menjadi bulan yang selalu ingin kugenggam dan dengan menyipitkan mata sebelah kananku.
Dan malam ini, bulan tsabit melambangkan lekung senyummu untukku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS