RSS

Halaman

ramadhan, malam ke dua puluh dua.

Tengah malam. Tepat pukul 11.40.

Aku kembali berbasa basi dengan malam karena kebanyakan kopi. Ditemani suara cantik cascada yang mungkin sudah hampir ke dua puluh kalinya kuputar ulang. Belum pernah kuhitung sejak berapa lama aku melakukan ritual seperti ini. Memecahkan hening tanpamu, menimbun luka tanpa ada yang tahu.
Aneh memang. Tapi entah bagaimana, dalam kesepianku aku semakin menemukanmu. Kau menjadi asing bahkan saat aku mendalami matamu terlalu lama. Sepertinya aku sudah kehilanganmu bahkan sebelum kau beranjak pergi.
Dan dalam keberantakan ini, kuputuskan, mungkin kita akan berubah menjadi kau dan aku. Entah karena hati yang koyak, atau cinta yang sudah rusak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS